Selasa, 25 Desember 2012

Stop Islamophobia!!!



“Muslim fundamentalism is at least as dangerous as Communism once was. Please do not underestimate this risk…at the conclusion of this age it is a serious threat, because it represents terrorism, religious fanaticism and exploitation of social and economic justice.” [A TV interview reported by Inter Press Service 18 February 1995]

Fundamentalisme Islam setidaknya sama berbahayanya dengan komunisme tempo dulu. Mohon jangan meremehkan resiko ini… Sebagai kesimpulan pada masa ini, fundamentalisme Islam adalah sebuah ancaman serius, karena merepresentasikan terorisme, fanatik keberagamaan, dan pengeksploitasian keadilan sosial dan ekonomi. (Sebuah wawancara TV yang direportasekan oleh Inter Press Service, 18 Pebruari 1995)

Itu adalah ucapan Willi Claes, mantan Sekjen Nato yang merefleksikan kekhawatiran (baca: ketakutan) Barat terhadap Islam dan kaum Muslim. Jauh-jauh hari sebelum peristiwa 911 (peruntuhan gedung WTC pada 2001) Willi Claes telah menyamakan kaum Muslim yang berpegang teguh terhadap agamanya sebagai teroris, dan mewanti-wanti bahwa kaum Muslim fundamentalis –demikian dia menyebut kaum Muslim yang teguh kepada ajaran Islam- jauh lebih berbahaya dari pada pengikut komunis, karenanya jangan dianggap remeh!

Ketakutan terhadap Islam sudah ada sejak perang Salib meletus. Disusul dengan era penjajahan Barat atas negeri-negeri Muslim, hingga berakhirnya masa ke-Khilafahan Islam yang terakhir (tahun 1924 M). Selama kurun waktu itu pula terbentuk Islam phobi yang sengaja diciptakan Barat untuk mendiskreditkan kaum Muslim, mengisolir mereka, dan membuangnya sebagai sampah peradaban.

Jika dahulu kaum Muslim mereka cap dengan stempel terbelakang, barbar, tidak berpikiran maju/produktif, jorok, dan lain-lain; maka sekarang mereka memberi kaum Muslim –yang berpegang teguh dengan ajaran Islam- dengan label teroris, ekstremis, fundamentalis, dan sejenisnya.

Islamophobia adalah hasil samping dari benturan peradaban, antara peradaban Islam dan peradaban Barat. Barat menggunakan segala cara untuk memojokkan Islam dan kaum Muslim.

Peradaban Barat tidak akan mampu bertahan hidup di atas kakinya sendiri, kecuali dengan melakukan invasi, kolonisasi, eksploitasi, imperialisasi. Hanya dengan itu Barat bisa mereguk energi yang dimiliki bangsa-bangsa lain yang kaya, tanpa harus mengeluarkan ‘keringat’.

Peradaban Barat tidak mampu mencukupi kebutuhan akal dan hawa nafsu masyarakatnya yang hedonis-materialistis, sehingga imperialisme/penjajahan menjadi sesuatu yang niscaya bagi mereka, bahkan ciri khas dari ideologi kapitalisme. Peradaban Barat bagaikan benalu bagi umat manusia. Ia tidak bisa hidup, kecuali dengan mengganggu dan menggerogoti peradaban lain.

Karenanya tidak mengherankan, jika kita menyaksikan keberadaan peradaban Barat sepenjang sejarah umat manusia, hanya menyisakan penderitaan, kesengsaraan, kezhaliman. Amerika Serikat saja, selama periode seratus tahun terakhir, telah melakukan invasi lebih dari 100 kali ke negara-negara lain (lihat: Amerika, teroris berwajah manis; jurnal al-waie, no.7, Maret 2001). Tidak salah jika AS dan sekutunya dikategorikan sebagai trouble maker (si pembuat keonaran), karena dengan cara begitulah dia hidup.

Sementara, kaum Muslim sebagai sebuah peradaban juga berhak untuk hidup. Oleh karenanya wajar jika mereka berpegang teguh, mentaati ajaran agamanya, dan menjalankan seluruh perintah Allah Swt dan Rasul-Nya. Apabila negeri-negeri mereka diancam, diserang, dieksploitasi, dijajah; rakyat mereka disakiti, diusir, dianiaya, dibantai; rumah dan harta mereka hancur karena pendudukan Barat dan sekutunya; maka wajar pula jika mereka melawan, membalas dan mengusir musuh dari negeri-negeri mereka.

Hal itu dilakukan oleh kaum Muslim terhadap peradaban Barat yang menodai kesucian negeri-negeri kaum Muslim, mencoreng kehormatan Islam, dan secara terang-terangan menghina Islam dan kaum Muslim?

Sungguh sangat tragis, pada masa kita hidup sekarang ini, orang-orang yang memegang teguh agamanya, mengejar keridhaan Allah Swt dan konsisten mengikuti petunjuk dan manhaj Nabi saw, dihina dan dilecehkan dengan kata-kata menjijikkan, yaitu ‘Teroris’!

Sebaliknya, teroris sejati dielu-elukan bak pahlawan pembela kebenaran.
Begitulah yang terjadi saat ini, propaganda ‘war on terror’ yang diserukan AS beserta sekutunya, hakekatnya adalah perang melawan Islam dan kaum Muslim. Itu merupakan bagian dari sejarah panjang perang peradaban Barat terhadap peradaban Islam. Dengan propaganda tersebut AS berhasil ‘menyihir seluruh dunia’ guna mengikuti jejaknya, menciptakan ketakutan terhadap Islam; Islamophobia.

Propaganda perang melawan teror telah melupakan begitu saja invasi AS ke Afghanistan dan Irak. Seakan-akan pendudukan AS itu adalah sesuatu yang ringan. Barat sangat paham bahwa musuh terberatnya hanyalah Islam dan kaum Muslim. Untuk menghancurkannya Barat sendiri tidak akan mampu.

Oleh karena itu, Barat merangkul seluruh dunia, termasuk para penguasa Muslim yang menjadi kaki tangannya, kaum intelektual Muslim yang dibina oleh mereka, para ulama yang cinta kepada dunia dan tidak takut kepada Allah, dan mayoritas masyarakat manusia yang kondisinya bodoh sehingga mudah dibodohi; semuanya digalang untuk memojokkan Islam, mengasingkan orang-orang Islam yang memegang teguh ajarannya, dan menyingkirkan kaum Muslim yang melawannya.

Akibatnya, ajaran Islam menjadi sesuatu yang asing. Dan orang-orang yang mentaati Allah Swt dan mengikuti Sunnah Nabi-Nya bagaikan orang asing di hadapan masyarakatnya. Benarlah sabda Rasulullah saw:
Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang terasing. (HR. Muslim)

Khalid Misy’al : “Arab Berubah, Kami Tak Terkejut Jadi Sasaran Pembunuhan, Al-Qur’an Mengabarkan Itu”


Hari Senin (19/11/2012), seorang pemilik akun twitter @kaisar_el_rema atau bernama lengkap Rois Rahma Fathoni menterjemahkan isi lengkap pidato Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al yang sedang konferensi pers di Universitas Kairo, Mesir. Selanjutnya, ia mengirim ulang dalam bentuk kultwit lengkap isi pernyataan pria yang menjadi incaran agen Zionis, Mossad tersebut.

Dalam banyak pernyataannya, Khalid menunjukkan sikap rakyat Gaza dan Palestina yang tetap memiliki semangat tinggi untuk mempertahankan kota suci yang pernah disinggahi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi Wassalam itu.

Ia juga mengatakan tidak terlaku kaget jika Israel (dengan dukungan Barat) terus memburu dan membunuh rakyat Gaza, karena dia meyakini al-Qur’an telah mengabarkan tentang masalah ini. Karenanya ia dan para pemuda Palestina dan Gaza tak akan berhenti berjihad mempertahankan kota suci milik kaum Muslim sedunia itu.

“Kita tidak memiliki alat perang yang cukup. Tapi kami punya keinginan.”

Khalid juga menyatakan, dunia Arab sudah berubah, bukan Arab yang dulu.

“Arab sudah banyak berubah. Meskipun belum maksimal. Kami tidak akan buru-buru. Rakyat mereka harus diprioritaskan. Selanjutnya silakan pikirkan kami,” ujarnya.

Inilah pernyataan sosok pejuang yang memiliki izzah dan menjadikan al-Qur’an sebagai pegangan. Yang tak mengeluh ketika dunia “mengeroyok” nya dan tak pula menuntut tatkala saudara Muslim lain kurang memperhatikannya.

Pidato yang dimuat di salah satu mahasiswa pascasarjana Al Azhar kairo setidaknya sudah di re-tweet oleh 42 orang, termasuk akun twitter resmi milik KNRP (Komite Nasional Rakyat Palestina). Inilah isi pernyataan Khalid Misy’al tersebut :

1. Pertama, saya minta maaf. Sebab beberapa kesibukan konpers ini terlambat. Dan terima kasih atas kesabaran Anda.
2. Saya merasakan kebanggaan dan izzah atas perlawanan ini. Lelaki dan perempuan mempertanahkan Tanah Airnya.
3. Ahmad Ja’bari telah meninggalkan banyak pemimpin meskipun keadaan sangat sulit.
4. Kami tidak pernah terkejut dengan pembunuhan-pembunuhan yang menimpa kami. Sebab Al-Qur’an telah kabarkan itu.
5. Saya ingin kabarkan kepada Anda bahwa ruhiyah penduduk Gaza sangat tinggi. Mereka solid di bawah komando satu pemimpin.
6. Anda silahkan bandingkan dengan psikologis penjajah. Kocar-kacir tidak karuan.
7. Ada beberapa target Netanyahu dan semuanya gagal. Memang dia mampu membunuh Ja’bari.
8. Target Netanyahu ingin mengatakan kepada penduduk Gaza, “Saya yang mengendalikan keadaan. Saya bisa menyerang kapanpun dan berhenti sesuka saya.”
9. Tapi pemuda Gaza katakan: “Tidak!”
10. Netanyahu ingin menguji bangsa Arab yang baru saja melakukan revolusi. Dan gagal.
11. Kita tidak memiliki alat perang yang cukup. Tapi kami punya keinginan.
12. Israel punya semua alat tempur. Dan kami hadapi dengan produk lokal. Tapi Netanyahu tidak mampu mengimbangi kami.
13. Maka akan disimpan dimana malunya? Senjata dan prajurit apa lagi yang akan dikeluarkan? Tidak ada.
14. Sebab itu mereka bunuhi anak-anak demi mematahkan semangat kami. Netanyahu penjahat perang.
15. Silahkan perhatikan, Israel menyerang jurnalis. Agar kabar kejahatannya tidak tersebar. Terima kasih wartawan.
16. Netanyahu mengancam akan mengancam lewat darat. Silahkan saja. Kami tidak terkejut. Itu bunuh diri politik.
17. Penduduk Gaza mengatakan: “Wahai Misy’al, jangan pernah khawatirkan kami. Kami ingin tuntutan kami.”
18. Ini artinya apa? Penduduk Gaza meminta agar jihad tidak dihentikan. Mereka ingin tercapai cita-citanya.
19. Terkait serangan darat Israel, kami tidak ingin mengundang bencana. Tapi jika tidak terhindar, kami tidak takut.
20. Mereka akan melihat bahwa mereka salah perhitungan.
21. Gencatan senjata harus dengan syarat yang diajukan para pejuang.
22. Fatah dan Hamas bukan musuh. Kami bersaudara. Tapi setan manusia dan jin terus menebar fitnah. Kita sudah ada kesepakatan.
23. Musuh kita Yahudi ini tidak bisa dihadapi dengan diplomasi politik. Harus dihadapi dengan kekuatan.
24. Kami serukan kepada semua penguasa Arab untuk kembali mengoreksi manuvernya selama ini.
25. Ini adalah moment bersejarah. Arab harus bersatu. Memunculkan program dan strategi baru.
26. Kita sangat bangga dengan keputusan-keputusan presiden Mesir yang berani. Begitu juga Amir Qatar.
27. Saya serukan kepada aktivis HAM agar menaruh perhatian pada kejahatan perang Netanyahu.
28. Kepada Penguasa Amerika dan Eropa, saya tidak paham mengapa kalian masih mengatakan Israel berhak membela diri.
29. Membela diri dari siapa? Bocah dan bayi-bayi Gaza?
30. Kepada Barat saya ingin katakan: “Masa depan kepentingan Anda tidak bersama Israel. Tapi ada di tangan Muslimin dan dunia Arab!”
31. Mesir adalah negara besar. Dan selalu memikirkan permasalahan besar. Dan kami tidak akan menambahi beban Mesir.
32. Menghapus blokade Gaza bukan hanya demi kepentingan Gaza. Kami akan menjadi bangsa satu. Memiliki keputusan politik satu. Palestina satu.
33. Israel menganggap Gaza lemah dan kelinci percobaan. Saya katakan, hitung kembali strategi kalian. Jika tidak, itu kubur kalian.
34. Gaza dijajah dan penduduknya pemberani. Tidak ada yang kabur. Tidak ada ganti untuk Palestina kecuali Palestina.
35. Sinai yang diperjuangkan Mesir, kami juga memperjuangkan. Kita umat satu.
36. Mereka meminta kami berhenti. Israel pembunuh itulah yang harus berhenti dan angkat kaki. Keluarkan tahanan-tahanan kami di penjara.
37. Semua kemungkinan terbuka. Gencatan senjata atau peningkatan konfrontasi kami siap. Insya Allah kebaikan bersama penduduk Gaza.
38. Hamas bukan pengikut Suriah, bukan Iran, Mesir, Turki. Kami bukan pengikut siapapun. Kami punya penduduk Palestina.
39. Arab sudah banyak berubah. Meskipun belum maksimal. Kami tidak akan buru-buru. Rakyat mereka harus diprioritaskan. Selanjutnya silakan pikirkan kami.
40. Permasalahan dimulai ketika Ja’bari dibunuh. Kemudian mereka meminta Mesir untuk gencatan.
41. Israel yang memulai peperangan dan sekarang mereka merengek stabilitas.
42. Kami bukan anti gencatan. Tapi sekali lagi, kami memiliki syarat lama dan baru yang harus dipenuhi.
43. Permasalahan Palestina yang sensitif dan besar membutuhkan pandangan komprehensif dan serius. Solusi yang kita butuhkan perlawanan dan politik.
44. Kami memiliki cara pandang yang berbeda dengan Iran terkait permasalahan Suriah. Tapi itu tidak menutup kami untuk berkomunikasi.
45. Roket dan senjata made in dalam negeri. Dan kami akan terus meningkatkan kualitas. Untuk melindungi anak bangsa kami.